penulis : SARI CHAZANAH CITRA-ANGGIA SYAFITRI
Nama Jurnal: vol 03 No 1
Waktu Terbit : 2016-11-15
File : Tidak Ada File
Abstrak :

ANALISIS PERENCANAAN LABAMENGGUNAKAN TREND PENJUALAN PADAPERUSAHAAN PERORANGAN (PO) NUGRAHA TANI  MUSI RAWAS

 

 

SARI CHAZANAH CITRA1

ANGGIA SYAFITRI2

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Musi Rawas

 

ABSTRAK

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis perencanaan laba menggunakan trend penjualan pada PO. Nugraha Tani Musi Rawas. Tujuannya untuk mengetahui perencanaan laba menggunakan trend penjualan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang awalnya mengolah angka-angka yang berkaitan dengan judul dan kemudian akan dibahas dengan penjelasan dalam bentuk kata-kata. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan metode pengumpulan datanya menggunakan pengamatan langsung (observasi) dan dokumenter.

                              

Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis trend penjualan untuk tahun 2016 adalah Rp 161.042.000,-, perusahaan memperoleh laba sebesar Rp 38.748.000,- dan penjualan pada PO. Nugraha Tani mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Selain itu, perencanaan laba dapat dilakukan dengan cara menghitung trend penjualan menggunakan Metode Ordinary Least Square dan  target laba yang diinginkan sehingga penjualan pada tahun berikutnya dapat direncanakan dengan baik dan dapat meningkatkan laba yang diperoleh perusahaan.

 

Kata kunci : perencanaan laba, trend

 

ABSTRACT

 

Analysis of Profit Planning used Sales Trend on Perusahaan Perorangan (PO) Nugraha Tani Musi Rawas/ Management Accounting

 

The problem of this research was how to analyze  profit planning used sales trend analysis on PO. Nugraha Tani Musi Rawas since 2007 until 2014. The aim was to know about the profit planning used analysis above. This research was categorized into descriptive-quantitative research which the process calculation related to the titles was done at the start and then described using the words. The used data were primary data and secondary data. Whereas the method of the data collection using direct observation and documentation.

 

The result of this research showed that analysis trend in 2016  Rp 161.042.000,- and company would get the profit Rp 38.748.000,- and the selling-trend in PO. Nugraha Tani Musi Rawas got increasing every year. Moreover, the profit planning could be used by calculating the trend analysis used to Ordinary Least Square method and targeted-profit so that the next year-selling could be well-planned and increase the profit of the company.

 

Keywords :  profit planning, trend

 

 

PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia usaha saat ini berjalan cukup pesat, hal ini  mengakibatkan daya beli konsumen berubah-ubah. Persaingan antar perusahaan  khususnya yang sejenis semakin meningkat. Demikian pula dengan perusahaan yang bergerak di bidang produksi saat ini juga semakin meningkat dan dapat  berpengaruh tinggi pada perusahaan dalam menentukan tingkat harga dan volume penjualan. Tujuan mendirikan usaha tidak lain adalah untuk memperoleh keuntungan yang dapat dipergunakan untuk  kelangsungan  hidup. Oleh sebab itu  diperlukan kemampuan manajemen yang baik untuk menjaga kesinambungan  hidup perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ketat.

 

 

Perusahaan dalam mencapai tujuannya memerlukan suatu perencanaan yang berisikan langkah-langkah yang akan dan harus ditempuh. Karena perencanaan merupakan proses awal sebelum melakukan kegiatan usaha tanpa perencanaan, maka kegiatan dalam perusahaaan tidak akan berjalan secara terarah dan tidak mempunyai tujuan yang pasti. Perencanaan dapat pula berupa alat ukur dan evaluasi atas hasil sesungguhnya. Apabila hasil sesungguhnya tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan, maka manajemen harus mengevaluasi ketidaksesuaian tersebut dan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Perencanaan juga merupakan alat pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan perusahaan, dengan demikian, perencanaan memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang kegiatan-kegiatan perusahaan.

 

Secara umum tujuan sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba yang dapat dipergunakan untuk kelangsungan hidup. Mendapatkan keuntungan atau laba dan besar kecilnya laba sering menjadi ukuran kesuksesan suatu manajemen. Hal tersebut didukung oleh kemampuan manajemen di dalam melihat kemungkinan dan kesempatan di masa yang akan datang. Manajemen dituntut untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan perusahaan serta mempercepat perkembangan perusahaan. Manajemen memerlukan suatu perencanaan untuk perusahaan dalam mencapai tujuannya tersebut.

Perencanaan laba merupakan salah satu perencanaan yang dibuat oleh manajemen karena ukuran yang sering dipakai untuk menilai sukses tidaknya manajemen suatu perusahaan adalah dari laba yang diperoleh perusahaan. Laba menjadi tujuan utama dalam suatu perusahaan yang merupakan selisih dari hasil penjualan  dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses produksinya hingga sampai kepada konsumen. Perencanaan memberikan manfaat kepada pihak manajemen untuk secara dini mengadakan penelaahan terhadap masalah keuangan yang dihadapi dan menanamkan kebiasaan pada perusahaan untuk mengadakan telaah yang seksama sebelum mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan perolehan keuntungan.

Perencanaan laba berkaitan dengan total keseluruhan biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan dengan penjualan yang terjadi dalam perusahaan. Total biaya menentukan harga jual untuk mencapai laba yang diinginkan dan harga jual dapat mempengaruhi penjualan. Sedangkan penjualan akan langsung mempengaruhi volume produksi yang nantinya dapat mempengaruhi laba yang dihasilkan, agar perencanaan laba dapat dilakukan secara efektif, maka harus dilakukan analisis terlebih dahulu pada jumlah penjualan yang ada di perusahaan dalam satu periode. Untuk melakukan analisis tersebut diperlukan alat bantu berupa Analisis Trend penjualan.

Menurut Irham Fahmi (2011: 223), “analisis trend adalah pendekatan yang menggunakan perbandingan rasio keuangan perusahaan dari waktu ke waktu (missal dari tahun ke tahun). Jika trend membaik disimpulkan bahwa kinerja keuangan relative baik, demikian sebaliknya”.

Menurut Samryn (2012: 401), dikatakan juga bahwa trend menunjukkan perubahan data keuangan perusahaan dalam persen untuk beberapa tahun berdasarkan suatu tahun dasar tertentu. Dari analisis tersebut, dapat digunakan untuk menilai perkembangan perusahaan dalam periode yang relatif lebih lama. Analisis trend sangat membantu manajemen dalam melakukan peramalan penjualan atau produksi, sehingga dapat mempermudah menganalisis pencapaian laba di masa yang akan datang.

Metode penentuan trend yang berhubungan dengan data penjualan terdiri dari metode tangan bebas (free hand), metode setengah rata-rata (semiaverage), dan metode kuadrat terkecil (ordinary least square). Hasil perhitungan  ketiga metode tersebut akan digambarkan pada grafik sehingga akan terlihat apakah perusahaan tersebut mengalami peningkatan atau justru mengalami penurunan setiap periode. Untuk melakukan analisis yang berhubungan dengan laporan keuangan digunakan persentase trend. Semakin tinggi persentase yang dihasilkan oleh jumlah penjualan dan laba, maka semakin baik pertumbuhan atau perkembangan yang terjadi dalam suatu perusahaan karena meningkat di setiap periode.

            Perkembangan yang terjadi pada bidang pertanian di berbagai wilayah Indonesia menimbulkan dampak positif bagi pengusaha produk pestisida karena menjadi peluang untuk dapat membuka lapangan pekerjaan. Produk pestisida memiliki kegunaan untuk mengobati hama agar tidak merusak tanaman yang nantinya dapat dipanen oleh para petani. Kualitas tanaman yang lebih baik tentu akan menghasilkan panen yang maksimal dan lebih tinggi harga jualnya. Meski perusahaan akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memasarkan produk pestisidanya, namun perusahaan akan menjual produknya dengan harga terjangkau sehingga dapat diminati oleh masyarakat khususnya para petani.

Perusahaan Perorangan (PO) Nugraha Tani Musi Rawas merupakan perusahaan yang menjual produk pestisida. Perusahaan telah berdiri selama kurang lebih dari 10 tahun yaitu sejak tahun 2006 ini menjual 3 produk pestisida yaitu herbisida, insektisida dan fungisida. Herbisida digunakan untuk mengobati tanaman seperti rumput. Insektisida digunakan untuk mengobati serangga yang dapat merusak tanaman seperti semut, sedangkan fungisida digunakan untuk mengobati jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.  Perusahaan Nugraha Tani bertindak sebagai distributor dimana perusahaan akan mengambil produk yang dijualnya melalui pabrik pestisida yang berada di  Bogor.

Saat dilakukan pengamatan awal, perusahaan ini belum melakukan perencanaan laba yaitu dengan perhitungan yang tepat mengenai jumlah penjualan yang harus dicapai sebelumnya. Melainkan hanya mengikuti tingkat permintaan pasar mengenai produk yang dijual.

            Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk menjadikannya sebagai bahan penelitian dengan judul “Analisis Perencanaan Laba Menggunakan Trend Penjualan Pada Perusahaan Perorangan (PO) Nugraha Tani Musi Rawas.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan laba menggunakan trend penjualan dari laporan laba/rugi tahun 2007 sampai dengan tahun 2014 pada Perusahaan Perorangan (PO) Nugraha Tani Musi Rawas ?

3. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perencanaan laba menggunakan trend penjualan dari laporan laba/rugi tahun 2007 sampai dengan tahun 2014 pada Perusahaan Perorangan (PO) Nugraha Tani Musi Rawas.

 

 

Landasan Teori

1.        Laba

Keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya dinilai berhasil dilihat dari kemampuannya dalam memperoleh laba. Dengan laba yang diperoleh, perusahaan akan dapat mengembangkan berbagai kegiatan, meningkatkan jumlah aktiva dan modal serta dapat mengembangkan dan memperluas bidang usahanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk penjualan, semakin besar penjualan semakin besar pula laba yang akan diperoleh perusahaan. Perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tujuan dalam penjualan yaitu mencapai volume penjualan, mendapatkan laba tertentu, dan menunjukan pertumbuhan perusahaan.

Menurut Mulyadi (2010: 45), laba adalah “kelebihan harga jual atas harga pokok atau untuk perusahaan secara keseluruhan merupakan kelebihan pendapatan atas seluruh beban”.

Kasmir (2011:303) mengemukakan bahwa terdapat dua jenis laba yaitu :

1.        Laba Kotor (Gross Profit) artinya laba yang diperoleh sebelum dikurangi biaya-biaya yang menjadi beban perusahaan. Artinya laba keseluruhan yang pertama sekali perusahaan peroleh.

2.        Laba bersih (Net Profit) merupakan laba yang telah dikurangi biaya-biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk pajak.

Analisis laba merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi manajemen guna mengambil keputusan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Artinya analisis laba akan banyak membantu manajemen dalam melakukan tindakan apa yang akan diambil ke depan dengan kndisi yang terjadi sekarang atau untuk mengevaluasi apa penyebab turun atau naiknya laba tersebut sehingga target tidak tercapai. Dengan demikian, analisis laba memberikan manfaat yang cukup banyak bagi pihak manajemen.

Kasmir (2010: 309) menyatakan bahwa secara umum manfaat yang dapat diperoleh dari analisis laba adalah:

1.        Untuk mengetahui penyebab turunnya harga jual;

Dengan diketahuinya penyebab naik turunnya harga, pihak manajemen dapat memprediksi berbagai hal, terutama berkaitan dengan penentuan harga jual ke depan dan target harga jual yang lebih realistis. Kesalahan akibat penentuan harga jual ini pasti dikarenakan faktor perubahan harga jual yang sangat rentan terhadap perubahan di luar lingkungan perusahaan. Misalnya apabila terdapat pesaing baru dengan kualitas barang yang sama dengan produk kita, tetapi memberikan harga jual yang lebih murah, hal tersebut juga akan mempengaruhi nilai penjualan perusahaan tentunya. Demikian pula jika produk yang sejenis di luar berkurang, perusahaan dapat menaikkan harga jual yang diinginkan.

2.        Untuk mengetahui penyebab naiknya harga jual;

Kenaikkan harga jaul perlu dicermati penyebabnya,sebab naikknya harga jual ini sangat mempengaruhi perolehan laba perusahaan. Faktor penyebab naiknya harga jual dapat berasal dari dalam perusahaan, misalnya kenaikan biaya-biaya. Namun, harga jual juga dapat naik karena dipengaruhi dari luar perusahaan, misalnya pesaing sejenis menaikkan harga jualnya dan manajemen ikut pula menaikkan harga jual. Penentuan kenaikan harga jual yang melebihi harga pesaing sangat berbahayadalam usaha pencapaian jumlah penjualan. Manajemen dalam hal ini dituntut untuk meningkatkan upaya-upaya pemasaran yang lebih intensif di samping meningkatkan mutu produk yang ditawarkan.

3.        Untuk mengetahui penyebab turunnya harga pokok penjualan;

Di samping kenaikan harga jual, laba kotor juga dipengaruhi oleh penurunan harga pokok penjualan. Penyebab menurunnya harga jual tidak jauh berbeda dengan kenaikan harga pokok penjualan. Hanya saja penurunan harga pokok penjualan akan membuat perusahaan berusaha keras untuk bekerja lebih efisien dibandingkan dengan pesaing. Kalau tidak, beban biaya yang telah dianggarkan akan ikut mempengaruhi nilai perolehan penjualan ke depan.

4.        Untuk mengetahui penyebab naiknya harga pokok penjualan;

Penyebab naiknya harga pokok penjualan juga sangat penting untuk diketahui oleh perusahaan karena dengan diketahuinya penyebab naiknya harga pokok penjualan, perusahaan pada akhirnya mampu menyesuaikan dengan harga jual dan biaya-biaya lainnya. Penyebab utama naiknya harga pokok penjualan sebagian besar adalah karena dari pihak luar perusahaan sehingga mau tidak mau perusahaan harus mampu menyesuaikan diri.

5.        Sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik turunnya harga jual;

Analisis laba juga memberikan manfaat sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik harga jual. Artinya ada pihak-pihak yang memang seharusnya bertanggung jawab apabila terjadi kenaikan atau penurunan harga jual.

6.        Sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik turunnya harga pokok;

Analisis laba juga memberikan manfaat sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian produksi akibat turunnya harga pokok penjualan. Artinya untuk urusan harga pokok penjualan, pihak bagian produksilah yang bertanggungjawab.

7.        Sebagai salah satu alat ukur untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode;

Sudah pasti analisis laba ini pada akhirnya akan memberikan manfaat untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode. Artinya hasil yang diperoleh dari analisis laba akan menentukan kinerja manajemen ke depan.

8.        Sebagai bahan untuk menentukan kebijakan manajemen ke depan.

Analisis laba digunakan sebagai bahan untuk menentukan kebijakan manajemen ke depan dengan mencermati kegagalan atau kesuksesan pencapaian laba sebelumnya. Jika berhasil, manajemen mungkin sekarang akan dipertahankan atau bahkan ada yang dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Akan tetapi, jika gagal sebaliknya akan diganti dengan manajemen yang baru. Di samping itu, keberhasilan atau kegagalan manajemen dalam mencapai target laba juga akan menentukan besar kecilnya insentif yang bakal mereka terima.

2.        Perencanaan Laba

Menentukan tujuan perusahaan termasuk dalam perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satu dari perencanaan yang dilakukan oleh manajemen adalah melakukan perencanaan laba. Karena perencanaan laba digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi dan penilaian kinerja manajemen suatu perusahaan untuk masa yang akan datang.

Menurut Carter (2010: 4), perencanaan laba (profit planning) adalah “pengembangan dari suatu rencana operasi guna mencapai cita-cita dan tujuan perusahaan. Laba penting dalam perusahaan karena tujuan utama dari suatu rencana adalah laba yang memuaskan”.

Kuswadi (2010: 205) mengatakan bahwa perencanaan laba memiliki manfaat bagi perusahaaan, yaitu :

1.        Memberikan pendekatan yang terarah dalam pemecahan permasalahan keuangan perusahaan;

2.        Memaksa pihak manajemen untuk secara dini mengadakan penelaahan terhadap masalah keuangan yang dihadapi dan menanamkan kebiasaan pada organisasi untuk mengadakan telaah yang seksama sebelum mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan perolehan keuntungan;

3.        Menciptakan suasana perusahaan yang mengarah pada pencapaian laba;

4.        Merangsang peran serta dan mengkoordinasi rencana operasi berbagai segmen dari keseluruhan perusahaan sehingga keputusan akhir dan rencana yang tleah dilakukan oleh manajemen dapat saling berkaitan;

5.        Menawarkan kesempatan untuk menilai secara sistematik setiap segi atau aspek perusahaan maupun untuk memeriksa serta memperbarui kebijakan dan pedoman mengenai keadaan keuangan perusahaan secara berkala.

Menurut Carter (2010: 5) bahwa dalam menentukan perencanaan laba, manajemen sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor berikut :

1.        Laba atau rugi yang diakibatkan dari volume penjualan tertentu.

2.        Penjualan yang diperlukan untuk menutup semua biaya dan menghasilkan laba yang mencukupi untuk membayar dividen serta  menyediakan kebutuhan bisnis masa depan.

3.        Titik impas.

4.        Penjualan yang dapat dicapai  dengan  kapasitas operasi sekarang.

5.        Tingkat  pengembalian  atas modal yang digunakan.

 Dikatakan oleh Samryn (2012: 172) bahwa biaya, penjualan dan laba merupakan tiga elemen pokok dalam penyusunan laporan laba rugi sebuah perusahaan. Dalam menjalankan kegiatan operasinya, sebuah perusahaan manajemen akan berupaya memperoleh dan mengalokasikan sumber daya dengan cara yang paling murah dari segi biaya dan paling banyak memberikan manfaat dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Menurut Samryn (2012: 47-48), berdasarkan perilakunya biaya dapat dibedakan sebagai :

a.    Biaya tetap (fixed cost) adalah suatu biaya yang konstan dalam total tanpa mempertimbangkan perubahan-perubahan tingkat aktivitas dalam suatu kisaran relevan tertentu.Contohnya seperti investasi dalam peralatan kantor, pemeliharaan, serta meliputi biaya-biaya tetap yang timbul dari keputuan tahunan manajemen.

b.    Biaya variabel (variable cost) yaitu biaya yang secara total berubah secara proporsional dengan perubahan dalam tingkat aktivitas. Misalnya seperti biaya listrik, biaya telefon, biaya angkut, dll.

Menurut Samryn (2012: 179-180) perhitungan perencanaan laba dapat dirumuskan sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

3.        Trend  Penjualan

 

 

 

 

Menurut Mulyadi (2010: 202), “Penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa dengan harapan akan memperoleh laba dari adanya transaksi-transaksi tersebut dan penjualan dapat diartikan sebagai pengalihan atau pemindahan hak kepemilikan atas barang atau jasa dari pihak penjual ke pembeli”.

Menurut Irham (2011: 223), “trend analysis adalah pendekatan yang menggunakan perbandingan rasio keuangan perusahaan dari waktu ke waktu (misal, dari tahun ke tahun). Jika trend membaik disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan relatif baik, demikian sebaliknya”.

Sedangkan menurut Danang (2012: 150), “trend adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar perkembangan yang terjadi pada suatu peristiwa dimana perkembangan tersebut mengikuti garis lurus (linear) maupun garis lengkung (nonlinear) untuk jangka waktu pendek dan atau jangka waktu panjang. Garis trend ditujukan untuk menilai kinerja perusahaan melalui data-data penjualan selama beberapa periode sebagai bahan perbandingan apakah kinerja mengalami peningkatan kinerja atau tidak, dan hasilnya nanti akan mempengaruhi laba yang diperoleh oleh perusahaan tersebut”.

            Dikatakan oleh Irham (2011: 221-225), trend penjualan sebenarnya menggambarkan suatu kinerja, dari perspektif analisis tersebut maka itu menggambarkan hasil kinerja (performance) suatu perusahaan selama satu periode akuntansi atau lebih. Dan garis itu terbentuk berdasarkan dari data-data penjualan yang berlangsung dari waktu ke waktu. Pergerakan trend dapat dilihat dalam bentuk grafik, dan itu ada berbagai bentuk yang memungkinkan bisa terjadi. Garis trend (trend lines) merupakan garis yang menggambarkan arah kecenderungan pergerakan, seperti naik turun.

Dari segi perspektif statistik berdasarkan sifat datanya, ada dua bentuk grafik trend yang umum dikenal, yaitu:

a)        Trendlinear.Dimana trend linear grafiknya bersifat lurus. Sebenarnya garis linear tersebut terbentuk berdasarkan titik-titik koordinat yang kemudian dihubungkan satu sama lainnya dan akhirnya membentuk satu garis. Titik-titik koordinat tersebut merupakan pasangan-pasangan antara data dengan waktu.

b)        Trendnon linear. Dimana grafiknya bersifat berbeda-beda berdasarkan berbagai bentuk fungsi, seperti fungsi parabola, fungsi eksponensial, fungsi logaritma, dan sebagainya.

Menurut Irham (2011: 224-226), dalam trend lines ini ada dua bentuk, yaitu:

a)    Pergerakan Trend Mengalami Peningkatan

Price

650

 

 
 

 

 

 

450

 

150

               

               1         2         3         4         5        6        7        8        9        10                Time

 

 

 

 

Gambar (i). Grafik dengan pergerakan Trend  yang terus mengalami kenaikan

 

 

 

Pada gambar (i) diatas terlihat bahwa garis trend cenderung dalam posisi yang akan terus mengalami kenaikan. Kondisi ini bisa terjadi pada perusahaan yang daya minat publik pada perusahaan tersebut semakin lama semakin meningkat. Dimana ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti publik merasa percaya pada kinerja perusahaan selama ini.

Pada kondisi dimana pergerakan trend yang terus mengalami kenaikan menyebabkan perusahaan mampu meraih keuntungan penjualan. Sehingga jika kondisi tersebut dapat terus dipertahankan mampu membuat perusahaan mendapat keuntungan.

 

b)   Pergerakan Trend Mengalami Penurunan

Price

 650

 

 450

 

 
 

 

 

 

 150

 

       
   
 
 

 

 

 

               1       2          3          4          5          6          7          8          9         10   Time

 

 

 

 

 

Gambar (ii): Grafik dengan Pergerakan TreND yang Terus Mengalami Penurunan

 

Kondisi pada gambar (ii) dimana grafik seperti ini terjadi karena kepercayaan publik terhadap produk perusahaan tersebut terus mengalami penurunan, dan jika ini tidak diatasi dengan segera memungkinkan garis trend penurunan tersebut akan menyentuh titik terendah. Pada kondisi ini kinerja keuangan perusahaan berada dalam posisi yang sangat mengkhawatirkan.

Karena itu ada beberapa solusi secara umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengatasi garis trend penurunan ini, yaitu:

(a)      Perusahaan melakukan evaluasi kinerja secara keseluruhan dan menetapkan control pekerjaan setiap waktunya.

(b)     Penegakkan kedisiplinan kinerja perlu dibangun dengan serius, serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang bersifat jangka pendek maupun memiliki kemungkinan permasalahan secara jangka panjang.

(c)      Melakukan kebijakan efisiensi dan efektivitas kerja secara serius atau komprehensif. Serta menghindari berbagai bentuk resiko yang bisa membahayakan perusahaan. Dengan kata lain konsep risk management yang modern dan aspiratif perlu diterapkan secara baik dan benar.

(d)     Perusahaan harus menerapkan kebijakan dengan konsep yang bersifat aplikatif berdasarkan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini, dalam artian setiap kebijakan memiliki analisa yang bersifat logis baik dan segi keuangan dan non keuangan.

(e)      Membangun kerjasama dengan berbagai mitra bisnis dalam konteks memperkuat usaha perusahaan secara jangka panjang.

Menurut M. Iqbal (2010: 187) untuk menentukan nilai trend, dapat digunakan beberapa metode , yaitu :

a)        Metode Free Hand (Tangan Bebas)

Menurut M. Iqbal (2010: 188) metode tangan bebas merupakan metode yang sangat sederhana serta tidak menggunakan formulasi dalam penghitungan nilai proyeksi suatu variabel.

Langkah-langkah dalam melakukan perhitungan dengan metode free hand (tangan bebas) adalah sebagai berikut :

(1)     Buat sumbu datar t dan sumbu tegak Y, dimana t menyatakan variabel waktu (tahun, bulan, dll) dan Y menyatakan variabel yang akan dianalisis (nilai data berkalanya).

(2)     Buat diagram pencar dari koordinat (t ,Y).

(3)     Tarik garis yang dapat mewakili atau paling tidak mendekati semua titik koordinat yang membentuk diagram pencar tersebut.

(4)     Jika garis yang terbentuk bergerak di sekitar garis lurus, maka cukup alasan untuk menentukan bahwa trend yang terbentuk adalah trend linier. Sedangkan apabila garis yang terbentuk cenderung lengkung, maka trend yang terbentuk adalah trend non linier.

Metode tangan bebas memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelemahannya antara lain :

(1)     Gambarnya kurang akurat, kemiringan garis trendnya tergantung pada orang yang menggambarnya;

(2)     Nilai-nilai trendnya kurang akurat.

Sedangkan kelebihan perhitungan dengan menggunakan metode tangan bebas atau free hand antara lain :

(1)     Tidak memerlukan perhitungan;

(2)     Jika garis trendnya digambarkan secara hati-hati maka hasilnya dapat mendekati gambar yang dihitung secara matematis.

b)       Metode Semiaverage (Setengah rata-rata)

Menurut M.Iqbal (2010: 188) metode ini masih tergolong metode trend linier dimana data yang tersedia tetap berbentuk linier jika kita gambar dalam bentuk grafik. Menurut matematika, garis lurus yang akan dibuat tersebut dinyatakan dalam suatu persamaan atau suatu fungsi garis lurus (linear), yaitu   Y= ɑ + bX. Metode trend setengah rata-rata menentukan bahwa untuk mengetahui fungsi Y = ɑ + bX tersebut, semua data historis dikelompokkan menjadi dua kelompok dengan jumlah anggota masing-masing yang sama. Berdasarkan perhitungan rata-rata dari anggota masing-masing kelompok itulah akan diperoleh fungsi garis lurus yang bersangkutan.

Pada perhitungan tahun yang genap persamaan Y = ɑ + bX dipecah menjadi dua, yaitu :

(Y1) = ɑ + bX1 . . . (1)

(Y2) = ɑ + bX2 . . . (2)

 

Adapun kelebihan dalam perhitungan dengan menggunakan metodeSemiaverage (setengah rata-rata) ini antara lain :

(1)Perhitungannya tidak sulit;

(2)     Dalam menggambarkan garis trend lebih objektif jika dibandingkan dengan metode sebelumnya.

 

 

c)        Metode Ordinary Least Square (Kuadrat Terkecil)

Menurut M. Iqbal (2010: 201) metode kuadrat terkecil lebih sering digunakan karena membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi sehingga keauratan hasilnya pun akan lebih terjamin.

Untuk menghitung nilai a dan b disyaratkan jumlah nilai X harus nol. Berikut ini proses semua rumus statistik linier metode kuadrat terkecil :

 

I.          ∑Y = ɑ n + b ∑X     dimana ∑X = 0                                                    

∑Y = ɑ n + b (0)                       

                                                                                      ∑Y

∑Y = ɑ n                                                            ɑ =                  

                                                                                        n

II.          ∑XY = ɑ ∑XY + b ∑X2         dimana  ∑X = 0

   ∑XY = ɑ (0) + b ∑X2

                                                                          ∑XY

∑Y = b ∑X2                                          b = 

                                                                           ∑X2

 

d)       Persentase Trend

Menurut Samryn (2012: 401) persentase trend dalam analisis ini menunjukkan perubahan data keuangan perusahaan dalam persen untuk beberapa tahun berdasarkan suatu tahun dasar tertentu. Analisis ini lebih bermanfaat untuk menilai perkembangan perusahaan dalam periode waktu yang lebih lama. Analisis ini juga dapat diterapkan terhadap data yang menjadi elemen laporan laba rugi. Hasil perhitungan yang diperoleh menunjukkan seberapa cepat pertumbuhan perusahaan dalam memperoleh kenaikan penjualan dan laba dari tahun ke tahun.

Adapun rumus yang digunakan dalam persentase trend adalah :

                                                                        Penjualan Tahun ke-n

            Persentase Penjualan Tahun ke-n =                                            X  100

                                                                        Penjualan Tahun Dasar

 

 

 METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang dipakai oleh penulis adalah tingkat ekplanasi berdasarlan deskriptif  dengan pendekatan studi kasus pada PO. Nugraha Tani Musi Rawas. Penelitian ini dilakukan pada satu perusahaan saja dan masalah yang diteliti bersifat khusus sehingga diperoleh data-data yang menunjang penyusunan laporan penelitian untuk kemudian diproses dan dianalisis berdasarkan teori yang telah dipelajari sehingga diperoleh gambaran mengenai masalah yang diteliti.

Dari kedua sumber data di atas, dalam penelitian ini penulis menggunakan keduanya baik data primer yang diperoleh langsung dari hasil pengamatan langsung (observasi)  pada PO. Nugraha Tani Musi Rawas, maupun data sekunder yaitu data pendukung lainnya seperti dokumen berupa laporan laba rugi periode 2007-2014, dan struktur organisasi.

Dalam Penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengamatan (observasi), dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan langsung di PO. Nugraha Tani Musi Rawas dengan melakukan kontak langsung dengan pihak-pihak yang terkait.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif dimana analisis yang dilakukan akan diolah dengan menggunakan perhitungan matematika atau statistik. Analisis data dilakukan dengan hasil perhitungan yang dilakukan penulis yang dapat diurakan sebagai berikut :

a.         Menghitung Trend Penjualan

-          Metode Free Hand

-          Metode Semiaverage

Persamaan yang digunakan untuk menghitung nilai trend :

(Y1) = ɑ + bX1 . . . (1)

(Y2) = ɑ + bX2 . . . (2)

-          Metode Ordinary Least Square

I.                   ∑Y = ɑn + b ∑X     dimana ∑X = 0                                                  

               ∑Y = ɑn + b (0)                     

                                                                            ∑Y

∑Y = ɑn                                        ɑ =                        

                                                                              n

 

II.                ∑XY = ɑ ∑XY + b ∑X2         dimana  ∑X = 0

               ∑XY = ɑ (0) + b ∑X2

                                                                          ∑XY

∑Y =  b ∑X2                              b = 

                                                                           ∑X2

-          Persentase Trend

                                                            Penjualan Tahun ke-n

Persentase Penjualan Tahun ke-n =                                            X  100

                                                                        Penjualan Tahun Dasar

 

 

 
 

 

Marjin Kontribusi                   =  Penjualan – Biaya Variabel

Rasio Marjin Kontribusi (%)  = Marjin Kontribusi

                                                             Penjualan

Target Penjualan (RP)     = (Biaya tetap + target laba)/ rasio marjin kontribusi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b.        Menghitung Perencanaan Laba

 

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah data deskriptif, dimana data-data yang diperoleh akan diolah terlebih dahulu kemudian akan dijelaskan atau dijabarkan hasil olahan data tersebut dalam kata-kata.

 

 

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A.      Hasil

Perusahaan Perorangan (PO) Nugraha Tani Musi Rawas adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan eceran pestisida ini merupakan perusahaan yang didirikan tahun 2006 oleh Bapak Yudi Nugraha. PO. Nugraha Tani Musi Rawas beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Desa F. Trikoyo Tugumulyo Musi Rawas.

PO. Nugraha Tani Musi Rawas mempunyai Surat Izin Usaha dengan Nomor: 02.01/83/BPM-TP/I/2011 dan tanda daftar perusahaan dengan nomor 06055520234 dari Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas.

PO. Nugraha Tani saat ini telah memiliki tiga orang karyawan untuk membantu meningkatkan penjualan dan mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagian keuangan dikelola oleh Nurcahyadi, sedangkan yang menjadi bagian administrasi adalah Lia, dan bagian penjualan menjadi tanggung jawab Tomi.

Pimpinan adalah memimpin dan membina organisasi pada perusahaan agar efektif dan efisien, merumuskan kebijakan secara menyeluruh, serta melakukan pengawasan kepada para karyawan supaya kinerja perusahaan semakin baik perkembangannya. Bagian keuangan dan bagian administrasi mempunyai keterkaitan karena bagian keuangan menjalankan kebijakan keuangan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh pimpinan serta melaksanakan administrasi keuangan secara teratur, sedangkan bagian administrasi akan merekap  laporan keuangan dan mencatat jumlah penjualan produk pestisida per bulan yang kemudian akan diserahkan kepada pimpinan. Pada bagian penjualan akan bertanggung jawab untuk bertugas melakukan kegiatan pemasaran produk pestisida dengan cara melalui kontak langsung dengan konsumen dan menjaga hubungan baik terhadap pelanggan.

Kunci sukses PO. Nugraha Tani Musi Rawas adalah ketekunan dan kerja keras, sehingga perusahaan ini dapat bertahan dan terus memasarkan produk-produknya serta dapat bersaing dengan perusahaan lain. PO. Nugraha Tani Musi Rawas selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada pelanggan sehingga banyak diminati oleh masyarakat.

Berikut ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang berhubungan dengan analisis perencanaan laba menggunakan Trend Penjualan pada PO. Nugraha Tani Musi Rawas berdasarkan pada indikator yang ada pada tabel III.1 Oprerasionalisasi Variabel.

2.        Total Biaya Pada PO. Nugraha Tani Musi Rawas

Total biaya yang dikeluarkan oleh PO. Nugaraha Tani Musi Rawas pada tahun 2014 dapat dilihat pada tabel IV.1 dibawah ini :

 

TABEL IV.1. TOTAL BIAYA PO. NUGRAHA TANI MUSI RAWAS SELAMA TAHUN 2014

Uraian

Jumlah 

(Rp)

Biaya Gaji Karyawan

27.000.000

Biaya Penyusutan Kendaraan

2.000.000

Biaya Pemeliharaan

1.500.000

Biaya Listrik dan Air

900.000

Biaya Promosi

750.000

Biaya Angkut

12.000.000

Biaya Pokok Produksi

70.650.000

Biaya Lain-lain

1.080.000

Jumlah

115.880.000

Sumber : Laporan Laba Rugi PO. Nugraha Tani Musi Rawas 2014

            Berdasarkan tabel IV.1 jumlah keseluruhan pengeluaran pada tahun 2014 sebesar Rp 115.880.000,-. Total pengeluaran yang dilakukan oleh PO. Nugraha Tani Musi Rawas terdiri dari biaya gaji untuk 3 orang karyawan sebesar             Rp 27.000.000,-; biaya penyusutan kendaraan perusahaan Rp 2.000.000,-; biaya pemeliharaan Rp 1.500.000,-; biaya listrik dan air Rp 900.000,-; biaya promosi yang sebesar Rp 750.000,-; biaya angkut Rp 12.000.000,-; biaya pokok produksi Rp 70.650.000 dan biaya lain-lain sebesar Rp 1.080.000,-. Keseluruhan biaya merupakan akumulasi biaya selama satu tahun.

            Total biaya yang ada dalam perusahaan belum dilakukan pengklasifikasian melainkan keseluruhan biaya digabung menjadi satu. Berdasarkan perilakunya, baiay dapat dibedakan sebagai biaya tetap dan biaya variabel. Penggolongan biaya ini sangat penting karena akan digunakan dalam perhitungan perencanaan laba pada tahun mendatang dan hasilnya akan ditunjukkan pada tabel IV.2.

 

TABEL IV.2. PENGGOLONGAN TOTAL BIAYA PO. NUGRAHA TANI MUSI RAWAS TAHUN 2014

Uraian

Biaya Variabel

(Rp)

Biaya Tetap

(Rp)

Biaya Gaji Karyawan

-

27.000.000

Biaya Penyusutan Kendaraan

-

2.000.000

Biaya Pemeliharaan

-

1.500.000

Biaya Listrik dan Air

900.000

-

Biaya Promosi

750.000

-

Biaya Angkut

12.000.000

-

Biaya Pokok Produksi

70.650.000

-

Biaya Lain-lain

1.080.000

-

Jumlah

85.380.000

30.500.000

Sumber : Laporan Laba Rugi PO. Nugraha Tani Musi Rawas 2014, Data Diolah

 

 

 
    Hubungi Kami
  • Universitas Musi Rawas
  • Jl. Pembangunan Komplek Pemkab. MURA
  • Kel. Air Kuti Kec. Lubuklinggau Timur I
  • Kota Lubuklinggau 31626
  • Telp/Fax. 0733 - 451646