penulis : Nafisah Sucira-Miki Indika
Nama Jurnal: vol 03 No 1
Waktu Terbit : 2016-11-15
File : Tidak Ada File
Abstrak :

ANALISIS BIAYA RAWAT INAP DAN KAITANNYA DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA RUMAH SAKIT UMUM DR. SOBIRIN

 

 

Nafisah Sucira1

Miki Indika2

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Musi Rawas

 

ABSTRAK

 

 

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membandingkan/menghitung  biaya rata-rata yang  dikeluarkan rumah  sakit  pada  pasien  rawat  inap  kelas  I  berdasarkan  metode variabel  costing  dengan  tarif  yang  ditetapkan  oleh  peraturan  pemerintah  daerah. Hal  ini  menjadi  sangat  penting  mengingat  tarif  yang  dikenakan  rumah  sakit  diatur oleh  pemerintah  daerah  dimana  tarif  tersebut  dimaksudkan  agar  pasien  dapat menjangkau tarif  yang  diberlakukan  sedangkan  disatu  sisi  manajemen  rumah  sakit mengeluarkan tarif operasional. Rumah sakit sendiri dalam memberikan pelayanan berdasarkan pada Standar Pelayanan Minimal. Objek  penelitian  ini  adalah  Rumah  Sakit  Umum  Dr.  Sobirin yang   berlokasi  di kota Lubuklinggau.  Dalam  penelitian  ini  penulis  menggunakan  metode  penulisan  deskriptif  kuantitatif.  Hasil  analisis  data  dilakukan  dengan  mengolah  data  primer  yakni  data  mengenai  semua  biaya-biaya  operasional  rumah sakit  yang  terjadi  pada  periode  sebelumnya,  kemudian  diolah  berdasarkan pendekatan  teoritis,  yakni  dengan  membagi  biaya-biaya  tersebut  berdasarkan perilakunya ke dalam kategori biaya tetap dan variabel.Berdasarkan  hasil  analisis  data,   isimpulkan bahwa hasil dari perhitungan biaya  rata-rata rumah  sakit umum perpasien  adalah  sebesar  Rp.  257.109,68  , sedangkan  tarif  yang  diberlakukan  rumah  sakit  sesuai  dengan  peraturan  daerah kabupaten Musi Rawas sebesar Rp. 84.000,-.

Kata Kunci : Biaya Rata-Rata, Biaya Tetap, Biaya Variabel, dan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Aktivitas  manusia  yang  semakin  padat  menuntut  kondisi  fisik  yang  prima. Tidak  dapat  dipungkiri,  dewasa  ini  semakin  banyak  bermunculan  penyakit  yang bisa  menyebabkan  terganggunya  kesehatan.  Oleh  karena  itu,  orang  semakin menyadari  arti pentingnya kesehatan,  disinilah  peran sentral  rumah  sakit sebagai  salah satu fasilitas kesehatan  rumah  dan/atau  bagian  integral dari  suatu  organisasi sosial  dan  kesehatan  dengan  fungsi  menyediakan  pelayanan  paripurna (komprehensif),  penyembuhan  penyakit  (kuratif)  dan  pencegahan  penyakit  (preventif) kepada masyarakat.  (WHO-World Health Organization).Rumah  sakit  juga  merupakan  pusat  pelatihan  bagi  tenaga  kesehatan  dan pusat  penelitian  medik.  Arti  pentingnya  rumah  sakit  adalah  institusi  pelayanan  Kesehatan  yang  menyelenggarakan  pelayanan  kesehatan  perorangan  secara   paripurna  yang  menyediakan  pelayanan  rawat inap,  rawat jalan,  dan  gawat darurat. Rumah sakit  tidak  hanya  berfungsi  untuk  memberikan  pelayanan  medis tetapi  juga  menyelenggarakan  kegiatan  pelayanan  dan  asuhan  keperawatan,  pelayanan  penunjang medis  dan nonmedis,  pelayanan kesehatan  kemasyarakatan,  rujukan, pendidikan, penelitian, pengembangan, administrasi umum dan keuangan.

 

(UU RI No. 44 Tahun 2009) Rumah sakit  milik  pemerintah,  yang  lebih  dikenal  sebagai  Rumah  Sakit Umum,  mempunyai  misi  memberikan  pelayanan  kesehatan  yang  bermutu  dan

terjangkau  oleh  masyarakat  dalam  rangka  meningkatkan  derajat  kesehatan  masyarakat.  Tugas  rumah  sakit  umum  adalah  melaksanakan  upaya  pelayanan kesehatan  secara  berdaya  guna  dengan  mengutamakan  penyembuhan  dan  pemulihan  yang  dilaksanakan  secara  serasi  dan  terpadu  dengan  peningkatan  dan pencegahan  serta  pelaksanaan  upaya  rujukan.  Untuk  mencapai  misi  tersebut, rumah  sakit  perlu  menyediakan  berbagai  macam  fasilitas  seperti  alat-alat  kesehatan  yang  modern,  tenaga  ahli,  kamar  rawat  inap  pasien  yang  higienis, makanan  yang  bergizi,  obat-obatan,  dan  berbagai  fasilitas  penunjang  lainnya. (Sabarguna, 2011: 13).

Pelayanan  optimal  rumah  sakit  dapat  ditentukan  melalui  indikator  Standar  Pelayanan  Minimal  (SPM).  SPM  bidang  kesehatan  telah  diatur  dalam  format  standar  SPM  memuat  3  materi  pokok  yaitu, rincian kewenangan,  jenis  pelayanan,  dan  indikator  pencapaian  atau  penyelesaian  dan  aktivitas  pelayanan  kesehatan yang  dilakukan.  Standar  pelayanan  minimal  kesehatan  merupakan  standar  pelayanan  publik  untuk  menjamin  minimum  pelayanan  kesehatan  yang  berhak diperoleh  masyarakat  dari  Pemerintah,  salah  satunya  lewat  Rumah  Sakit Umum Daerah.  Dalam  memberikan  pelayanan,    rumah  sakit  menetapkan  suatu tarif tertentu. Besar tarif biasanya akan berbanding lurus dengan tingkat pelayanan yang  diberikan.  Tarif  rumah  sakit  sendiri  telah  ditetapkan  oleh  pemerintah  yang

tertuang  dalam  SK  Menteri  Kesehatan  Nomor  999A/Menkes/SKB/III/2002  dan  Nomor  37A  tahun  2002  atau  Peraturan  Daerah  Kab.  MURA   Nomor  10  tahun  2006.  Adanya  otonomi  daerah  memberi  wewenang  bagi  pemerintah  daerah  untuk menetapkan standar rumah sakit umum di daerah tersebut. (Reny Syartika)  Penggunaan  akuntansi sektor  publik  diperlukan  untuk  mengetahui  tarif yang  seharusnya  diberikan  kepada  masyarakat  atas  jasa  yang  mereka  terima  sehingga  dapat  menutupi  pengeluaran.  Rumah  sakit  mempunyai  beberapa  sumber pendapatan.  Pendapatan  terbesar  rumah  sakit  berasal  dari  pelayanan  rawat

inapnya.  Pelayanan  rawat  inap  RSUD  Dr.  Sobirin  terdiri  dari  enam  kelas  perawatan yaitu pavilliun I, paviliun II, kelas utama, kelas I, kelas II dan kelas III.  Dari  ke  enam  kelas  tersebut,  yang  penulis  teliti  adalah  kamar  kelas  I,  karena pelayanan dan fasilitasnya yang lebih baik, terdapat kenyaman karena tidak terlalu  banyak pasien dan terlebih lagi kelas I juga sering dipilih oleh kelas menengah ke  atas.

Pendapatan  pelayanan  rawat  inap  RSUD  Dr.  Sobirin  kamar  kelas  I  dari  tahun  ke  tahun  mengalami  peningkatan.  Melihat  kecenderungan  tersebut,  maka dapat  dikatakan  bahwa  pola  tarif  pelayanan  rumah  sakit sudah  tidak  relevan  lagi dengan  kondisi  sekarang,  dimana  harga  kebutuhan  alat  dan bahan kesehatan serta  bahan-bahan  untuk kebutuhan operasional rumah sakit terus meningkat sementara  tarif  pelayanan  tetap  menggunakan  tarif  berdasarkan  Peraturan  Daerah  Kkabupaten  Musi  Rawas    No.10  Tahun  2006  untuk  kelas  1  dengan  tarif  Rp 84.000,-.  Oleh  karena  itu,  untuk  meningkatkan  pendapatan  rumah  sakit perlu  diadakan  penyesuaian tarif pelayanan  rumah  sakit yang  rasional berdasarkan hasil  perhitungan unit  cost rumah sakit. Berdasarkan  yang  telah  diuraikan,  penulis  tertarik  mengadakan  penelitian  dengan  judul  “Analisis  Biaya  Rawat  Inap  dan  Kaitannya  dengan  Standar  Pelayanan Minimal (SPM) pada Rumah Sakit Umum Dr. Sobirin”.

 

 

 

Perumusan Masalah

Berdasarkan  latar  belakang  yang  telah  diuraikan  sebelumnya,  maka permasalahan  yang penulis  teliti  adalah Berapakah seharusnya biaya rawat inap  kelas 1 pada Rumah Sakit Umum Dr, Sobirin?

 

Tujuan Penelitian

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menghitung  biaya  rawat  inap  kelas  1 berdasarkan metode  variabel costing  dengan tarif yang ditetapkan oleh  peraturan pemerintah daerah  pada Rumah Sakit Umum Dr. Sobirin.

 

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian  ini  mengunakan  data  primer  dan  sekunder.  Data  primer  ini seperti  pengamatan (observasi) dan wawancara terbuka kepada orang yang terkait di rumah sakit Dr. Sobirin Lubuklinggau. Data sekunder bersumber dari catatan yang ada di rumah sakit Dr. Sobirin Lubuklinggau seperti gambaran umum rumah sakir Dr. Sobirin, struktur organisasi, dokumen-dokumen lain.

Menurut  Danang  Sunyoto  (2011:  29)  Kualitatif,  yaitu  data  yang  diperoleh dari  objek  penelitian  dalam  bentuk  informasi  baik  secara  lisan  maupun  tulisan seperti  gambaran  umum  rumah  sakit  dan  struktur  organisasi.  Dalam  penelitian  kualitatif,  teknik  sampling  yang  sering  digunakan  diantaranya  adalah  purposive  sampling yaitu teknik pengambilan  sampel  bersumber data dengan pertimbangan  tertentu. Teknik purposive sampling  yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja. Adapun  sampelnya  yaitu  gambaran  umum  dari  rumah  sakit  itu  sendiri,  struktur atau bagan organisasinya, biaya-biaya apa saja yang ada di kelas I, serta indikator Standar Pelayanan Minimal pada Rumah Sakit Dr. Sobirin Lubuklinggau.

Penelitian  ini  menggunakan  teknik  pengumpulan  data  dengan  cara  wawancara,  observasi  (pengamatan),  dan  dokumentasi.  Peneliti  melakukan  wawancara  dengan  cara  melakukan  tanya  jawab  secara  langsung  dengan  pihakpihak yang bersangkutan guna  mendapatkan data dan keterangan yang menunjang  analisis  dalam  penelitian.  Peneliti juga akan melakukan pengamatan ( Observasi)  untuk mendapatkan  data  primer  dengan cara  mengamati  langsung  objek  datanya.  Selanjutnya  adalah  dokumentasi.  Dokumentasi  dilakukan  bertujuan  agar mendapatkan bukti tertulis dari pihak yang bersangkutan.

Metode analisis yang digunakan adalah  analisis  deskriptif  komparatif  yaitu metode  yang  menjelaskan  dan  melaksanakan  perbandingan  data  dari  hasil  dua  penelitian/objek atau lebih dengan perlakuan yang berbeda. Sugiyono (2010: 16). Metode  deskriptif  komparatif,  penulis  menggambarkan  perhitungan  harga  pokok kamar rawat inap yang ada pada rumah sakit kemudian membandingkannya dengan  perhitungan  harga  pokok  yang  dipaparkan  oleh  penulis  dengan  menggunakan  variable  costing.  Dimana penentuan harga pokok rawat inap hanya  membebankan biaya variabel saja, berikut penentuan dari variabel costing:

Biaya tenaga kerja langsung    xxx

Biaya overhead      xxx….+

Total biaya rawat inap    xxx  

Dengan  mengetahui  total  biaya  rawat  inap  kelas  I,  maka  kita  dapat  menghitung biaya  rata-rata  yang  diperlukan  untuk  operasional  sebuah  jenis  kamar  perhari perorang sebagai berikut :

Harga pokok kamar perhari perorang:

Harga pokok rawat inap selama setahun

Jumlah hari rawat inap selama setahun

Hasil  perhitungan  biaya  rawat  inap  yang  dikeluarkan  rumah  sakit  pada pasien  rawat  inap  kelas  I  berdasarkan  metode  variable  costing  kemudian membandingkan tarif  yang  ditetapkan  oleh  Peraturan Daerah Kab. MURA No. 10  Tahun  2006,  serta  dikaitkan  dengan  indikator-indikator  yang  ada  dalam  standar  pelayanan  minimal,  sehingga  memberikan  peluang  pada  rumah  sakit  untuk  mendapatkan keuntungan yang seharusnya dengan Standar Pelayanan Minamal.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Unsur-Unsur Biaya pada Rumah Sakit

Unsur-unsur  biaya  dari  kegiatan  operasional  pasien  rawat  inap  kelas  I Rumah  Sakit  Umum  Dr. Sobirin Lubuklinggau  untuk  selanjutnya  dijadikan  acuan dalam  pengakumulasian  biaya.  Adapun  periode  data  yang  penulis  gunakan  adalah satu tahun 2013.

TABEL 5.1 DAFTAR UNSUR-UNSUR BIAYA

NO 

NAMA BIAYA 

TOTAL BIAYA

Biaya makan pasien (Biaya Sarana)

Rp. 167.878.000,-

2

 Jasa pelayanan (Dokter & Perawat) 

Rp. 539.601.217,-

3

Biaya medis habis pakai 

Rp. 61.633.000,-

4

Biaya gaji petugas gizi 

Rp. 4.200.000,-

5

Biaya gaji petugas kebersihan

Rp. 4.200.000,-

6

Biaya rekam medik & Administrasi Kantor

Rp. 46.952.000,-

7

Biaya telpon 

Rp. 21.702.533,-

8

Biaya Listrik 

Rp. 55.094.399,-

9

Biaya Air 

Rp. 37.307.553,-

 

Total 

Rp.  938.568.702,-

 

 Sumber: RSUD Dr. Sobirin 2013, data diolah kembali

 

Identifikasi  Biaya  Rawat  Inap  Per  Pasien,  Biaya  Overhead  Tetap  dan Variabel.

Biaya rata-rata per pasien  Rumah  Sakit  Umum  Dr. Sobirin Lubuklinggau  merupakan  biaya yang  terjadi  untuk  melaksanakan  kegiatan  pelayanan  kesehatan terhadap  pasien.  Biaya  ini  terdiri  dari  biaya  tenaga  kerja  langsung  dan  biaya  overhead. Sedangkan  penggolongan  biaya  overhead  tetap  dan  overhead  variabel  dilakukan  berdasarkan  perilakunya  dalam  hubungannya  dengan  penambahan volume  kegiatan,  apakah  biaya  overhead  tersebut  berubah  sebanding  dengan perubahan  volume  kegiatan  atau  tidak.  Apabila  biaya  overhead tersebut  berubah  sebanding  dengan  perubahan  volume  kegiatan maka  dikategori  sebagai  biaya  variabel.  Dan  jika  sebaliknya  maka  akan  dikategorikan  sebagai  biaya  overhead  tetap

Pembahasan

Menurut  perhitungan  biaya  rata-rata  berdasarkan   variable  costing  maka harga  pokok  kamar  perhari perorang  rawat  inap  kelas  I  Rumah  Sakit  Umum  Dr.  Sobirin Lubuklinggau adalah sebesar Rp. 257.109,68 sedangkan tarif yang berlaku di  rumah  sakit sesuai dengan  Perda  No.10  Tahun  2006  yaitu  sebesar Rp. 84.000,-.  Pola  tarif yang  ditetapkan  oleh pemerintah  dianggap tidak  relevan  lagi  dengan kondisi  sekarang.  Dimana  harga  kebutuhan  alat  dan  bahan  kesehatan serta bahan bahan  untuk  kebutuhan  operasional  rumah  sakit  terus  meningkat  sementara  tariff pelayanan sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku, yaitu Perda No.10 Tahun 2006.

Indikator-indikator  yang  ditetapkan  dalam  standar  pelayanan  minimal sudah  diterapkan  dengan  baik pada rumah sakit ini. Ketersediaan dokter ahli dan tenaga  medis  lainnya  serta  fasilitas  dan  pelayanan rawat inap seperti, pelayanan untuk  anak,  penyakit  dalam,  kebidanan,  bedah  dan  lain-lain  lengkap.  Kejadian infeksi  pasca  operasi,  infeksi  nosokomial,  kecacatan,  bahkan  kematian  yang diakibatkan  oleh  kelalaian  tenaga  medis  (mal praktek)  jarang terjadi,  bahkan memenuhi  standar  yang  ditetapkan  dalam  SPM  yaitu  ≤ 1,5 %  kejadian,  tingkat kepuasan pelanggan hampir mencapai standar yaitu 74.77 (menurut metode survey  KEP/25/M.PAN/2/2004  tentang  pedoman  umum  Penyususnan  Indeks  Kepuasan  Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintahan).

Berdasarkan  penelitian  sebelumnya,  Kartika  Yusuf  menyatakan  bahwa hasil  dari  perhitungan  biaya  rata-rata  rumah  sakit  umum  perpasien  adalah  sebesar  Rp.  158.403,31,-,  sedangkan  tarif  yang  diberlakukan  rumah  sakit  sesuai  dengan peraturan  daerah  kabupaten  Pinrang  sebesar  Rp. 100.000,-.  Kartika  Yusuf menyimpulkan  bahwa  pola  tarif yang  ditetapkan  oleh pemerintah  dianggap tidak efektif   lagi  dengan kondisi  yang terjadi sekarang  di kabupaten Pinrang. Jadi hasil  penelitian  terdahulu  sama  dengan  hasil  penelitian  yang  dilakukan  peneliti,  yaitu  Pola  tarif yang  ditetapkan  oleh pemerintah  dianggap tidak  relevan  lagi  dengan  kondisi  sekarang.  Dimana  harga  kebutuhan  alat  dan  bahan  kesehatan serta bahan- bahan  untuk  kebutuhan  operasional  rumah  sakit  terus  meningkat  sementara  tariff pelayanan sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku.

Berdasarkan  penelitian  pendahulu  pada  RSUD  Dr.  Sobirin  mempunyai beberapa  sumber  pendapatan.  Pendapatan  terbesar  rumah  sakit  berasal  dari  pelayanan  rawat  inapnya.  Pelayanan  rawat  inap  RSUD  Dr.  Sobirin  terdiri  dari  enam kelas perawatan yaitu pavilliun I, paviliun II, kelas utama, kelas I, kelas II  dan kelas III. Dari ke enam kelas tersebut, yang penulis teliti adalah kamar kelas I,  karena  pelayanan  dan  fasilitasnya  yang  lebih  baik,  terdapat  kenyaman  karena  tidak terlalu banyak pasien dan terlebih lagi kelas I juga sering dipilih oleh kelas  menengah ke atas.  Pendapatan  pelayanan  rawat  inap  RSUD  Dr.  Sobirin  kamar  kelas  I  dari  tahun  ke  tahun  mengalami  peningkatan.  Melihat  kecenderungan  tersebut,  maka dapat  dikatakan  bahwa  pola  tarif  pelayanan  rumah  sakit sudah  tidak  relevan  lagi.

dengan  kondisi  sekarang,  dimana  harga  kebutuhan  alat  dan bahan kesehatan serta  bahan-bahan  untuk kebutuhan operasional rumah sakit terus meningkat sementara Tarif  pelayanan tetap menggunakan tarif berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Musi  Rawas    No.10  Tahun  2006  untuk  kelas  1  dengan  tarif  Rp  84.000,-.  Olehkarena  itu,  untuk  meningkatkan  pendapatan  rumah  sakit  perlu  diadakanpenyesuaian  tarif  pelayanan  rumah  sakit  yang  rasional  berdasarkan  hasil perhitungan unit  cost rumah sakit

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan  hasil  penelitian  dari  pembahasan  penulis  telah  dikemukakan sebelumnya maka ditarik kesimpulan sebagai berikut:

a)  Pelayanan  Rumah  Sakit  Umum  Dr.  Sobirin  Kabupaten  Musi  Rawas  telah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal yang dibuat oleh rumah sakit.

b)  Dengan  melakukan  pengelompokan  biaya-biaya  maka  dapat  diketahui besarnya  biaya  rata-rata  per  pasien  kamar  rawat  inap  kelas  I  Rumah  Sakit Umum  Daerah  Dr.  Sobirin  Kabupaten  Musi  Rawas  adalah  sebesar Rp. 257.109,68.  Berdasarkan  Peraturan  Daerah  Kabupaten  Musi  Rawas  No.10  Tahun  2006 untuk kelas 1 dengan tarif Rp 84.000,-.  Oleh  karena  itu, untuk  meningkatkan  pendapatan rumah  sakit perlu diadakan  penyesuaian tarif  pelayanan  rumah  sakit  yang  rasional berdasarkan hasil perhitungan  unit   cost rumah sakit.

Saran

Saran  yang  diusulkan  penulis  sehubungan  dengan  perhitungan  biaya  ratarata per pasien arawat inap berdasarkan  metode  variable  costing  di  Rumah  Sakit Umum Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas sebagai berikut :

a)  Menghadapi  persaingan  antar  rumah  sakit  yang  semakin  ketat,  maka  pihak rumah  sakit  harus  meningkatkan  pelayanan  kesehatan,  fasilitas,  dan kemudahan agar pasien dapat merasa lebih nyaman.

b)  Penentuan harga harus benar-benar dilakukan dengan sebaik-baiknya. 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan. Direktorat Jendral Bina Pelayanan Medik Indonesia. 2008. “Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit”. Jakarta.

Sunyoto,  Danang.  2011.  “Metodologi  Penelitian  Ekonomi”.  Cetakan  pertama.  Yogyakarta: Caps.

Harahap,  Sofyan  Syafri.  2011.  “Teori  Akuntansi  laporan  Keuangan”.  Cetakan  Keempat. Jakarta: Bumi Aksara.

Hilton, Ronald W. 2008. “Managerial Accounting”. Seventh Edition. AS: Mc Graw Hill.

IAI. 2010. “Standar Akuntansi Keuangan”. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi.  2013.  “Akuntansi  Biaya”.  Edisi  Kelima  -  Cetakan  Kedelapan. Yogyakarta: Aditya Media.

Noor, Juliansyah. 2011. “ Metodologi Penelitian”. Jakarta: Kencana.

Nurlela,  Bastian  Bustami.  2010.  “Akuntansi  Biaya”.  Edisi  kedua.  Jakarta:  Mitra  Wacana Media.

Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi Mahasiswa. Lubuklinggau.

Rony,  Helmy.  2009.  “Akuntansi  Biaya  Pengantar  Untuk  Perencanaan  dan Pengendalian  Biaya  Produksi”.  Jakarta:  Fakultas  Ekonomi  Universitas Indonesia.

Sabarguna, B S. 2011. “Sistem Informasi Rumah Sakit”. Yogyakarta: GAMA Press.

Samryn L, M. 2001. “Akuntansi Manajerial”. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. 2010. “Metode Penelitian”. Bandung: Alfabeta.   

 
    Hubungi Kami
  • Universitas Musi Rawas
  • Jl. Pembangunan Komplek Pemkab. MURA
  • Kel. Air Kuti Kec. Lubuklinggau Timur I
  • Kota Lubuklinggau 31626
  • Telp/Fax. 0733 - 451646