jum\'at, 19 Oktober 2018 dibaca 124 kali

Universitas Musi Rawas  & Badan Pembangunan Daerah Ikut Mensosialisasikan Hasil Litbang Batan

Muarabeliti- Upaya Universitas Musi Rawas (UNMURA) untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan disektor pertanian dan peternakan di kabupaten Musi Rawas bersama Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Musi Rawas melaksanakan Sosialisasi Pemanfaatan hasil penelitian dan pemgembangan (Litbang) Badan Tenaga Nuklir (BATAN) Nasional.

Sosialisasi dibuka oleh Plt. Kepala Bappeda , Zuhri Syawal, yang dihadiri perwakilan Batan Dr. Sobrizal, Perwakilan Universitas Musi Rawas Pembantu Rektor II Nila Suryati, SP.,M.Si dan Kelompok Tani (Poktan) dilaksanakan di Balai Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo, Kamis (18/10).

Kepala Bappeda berharap Kelompok Tani dapat memetik dan memahami penjelasan sosialisasi dari narasumber, menjadikan pedoman dalam menentukan benih yang bermutu tinggi. Agar peningkatan produksi pertanian selalu meningkat kami melakukan sosialisai yang bekerjasama dengan BATAN, Unmura dan Dinas Pertanian dan Peternakan Musi Rawas.

Dr Sobrizal Memaparkan, BATAN melakukan pengembangan dan teknologi nuklir, pemgembangan dibidang pertanian dengan melakukan rekayasa pada varietas padi unggul yang lebih baik dan dapt meningkatkan produktifitasnya. Hasil rekayasa dibidang pertanian padi cukup baik dari segi kualitas dan kuantitas  diantaranya padi ini memiliki umur 103 hari yang memiliki potensi hasil hingga mencapai 9.1 ton/ha GKG tekturnya sangat lembut dan pulen ketika sudah diolah juga padi ini memiliki ketahanan dari serangan hama wereng batang coklat biotipe 1,2 dan biotipe 3.

Pemaparan selanjutnya perwakilan dari akademisi Universitas Musi Rawas yang disampaikan ole Nila Suryati Pembantu Rektor II Unmura, dengan menggunakan benih yang berlabel banyak mendatangkan keuntungan bagi para petani meskipun harga benih ini cukup mahal tapi dari segi kualitannya benih ini sangat unggul. “kebutuhan benih berlabel 25-30 kg/ha bila dihitung total untung ruginya  lebih banyak menguntungkan kerena biaya produksi rendah. Sementara benih tidak berlabel butuh 40-50kg/ha. Nila Menambahkan, daya tumbuh benih berlabel merupakan hasil pemgembangan dan penelitian BATAN sekitar 90% , sehingga petani lebih diuntungkan. Disampingkan itu ada juga kelemahan benih berlabel iti sendiri harganya memang mahal tetapi hasilnya lebih banyak disbanding benih tidak berlabel.

Setelah dibalai desa L Tugumulyo, acara berpindah ke desa T kecamatan Purwodadi. Ditempat tersebut rombongan melakukan sosialisasi sekaligus peninjauan hewan ternak sapi disalah satu sentra peternakan sapi Musi Rawas.*ad/subhan.

 
    Hubungi Kami
  • Universitas Musi Rawas
  • Jl. Pembangunan Komplek Pemkab. MURA
  • Kel. Air Kuti Kec. Lubuklinggau Timur I
  • Kota Lubuklinggau 31626
  • Telp/Fax. 0733 - 451646